Showing posts with label mendikbud. Show all posts
Showing posts with label mendikbud. Show all posts
Saturday, November 24, 2012

Dukung reposisi Ujian Nasional!

Berikut ini merupakan beberapa paparan, analisis, fakta, mengenai Ujian Nasional dari timeline @bincangedukasi:

"Kuda Mati Bernama Ujian Nasional" oleh @kreshna | bit.ly/S0gFhf
Tulisan @kreshna menanggapi tulisan Prof. Kacung Marijan tentang UN >> bit.ly/N44qeV 
 "Ujian Nasional 2013?" oleh Prof. Daniel M. Rosyid | bit.ly/Rte4x7
"Tanggapan atas artikel Sukemi - 'Mitos Keliru Tentang UN'" oleh Prof. Daniel M. Rosyid | bit.ly/RtefZk
 "Kembalikan Ujian Nasional pada Sekolah" oleh Prof. Karwono | bit.ly/XLC9Wo

Mengetahui hal tersebut sudah pasti saya mendukung adanya reposisi terhadap Ujian Nasional agar kembali menjadi uji diagnostik sebagai salat satu alat pemetaan kualitas pendidikan, bukan high-stake test
 
Gimana? udah makin tahu dong fakta UN sebenarnya seperti apa ;) silahkan klik "Sign Petition" untuk ikut mendukung adanya reposisi melalui petisi di bawah ini

Petitions by Change.org|Start a Petition »

Selengkapnya/Read more>>

mendikbud M Nuh (tabloidmargonda.com)
Ditengah panasnya topik tawuran antar pelajar, Pak Mendikbud, M. Nuh menyempatkan diri menemui tersangka pelaku tawuran. Ia kaget mendapati pernyataan tersangka yang mengaku 'puas' telah membunuh. Begitu juga reaksi publik. Berbagai kecaman pun muncul menyusutkan si pelaku.

Pertama kali mendengar berita tersebut tentu saya kaget bercampur heran, kok bisa dia menyatakan seperti itu -puas telah membunuh. Setelah menyimak berita sampai tuntas akhirnya saya tahu. Ternyata pernyataan puas itu merupakan jawaban dari pertanyaan Pak Mendikbud "Gimana mas, puas telah membunuh?"

Seketika saya kaget juga bingung, bukan pada pelaku tapi pada Pak Nuh. Apa sebenarnya maksud dari pertanyaannya ya? kok seperti itu. Jika ingin mengetahui motif pelaku apakah pertanyaan seperti itu tepat? Pantas saja jawabannya 'puas' orang pertanyaannya saja begitu, pikir saya. Bisa dibilang jawaban pelaku yang menyatakan 'puas' hanyalah jawaban semu. Maksudnya dalam tekanan yang begitu besar ditambah pertanyaan yang aneh, mudah saja bagi pelaku untuk menjawab 'puas' dari pada harus berbincang-bincang lebih lama.

Selengkapnya/Read more>>